Pasar Kramat Jati. Sebagian masyarakat ibu kota
tentu sudah tidak asing dengan salah satu pasar tradisional itu, terutama
masyarakat yang mendiami daerah Jakarta Timur. Pasar yang terletak di tepi
Jalan Raya Bogor kilometer 20 itu sebagai pusat perbelanjaan tertua di daerah
Kramat Jati Indah. Meskipun bersebelahan dengan gedung Mall Lippo Plaza Kramat
Jati, pasar induk ini tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat
sekitar.
Layaknya sebuah pasar tradisional, Pasar Kramat Jati
tentu tidak terlepas dari bisingnya suara para pedagang yang menawarkan barang
jajakannya. Suara itu terdengar seperti saut menyahut antarpedagang yang
menginginkan dagangannya dilirik dan dibeli para pengunjung. Selain itu, kita
dapat mencium aroma tidak sedap, yakni bau anyir. Tajamnya bau anyir itu
memperlengkap kekayaan suasana pasar tradisional.
Tak diragukan lagi keramaian di Pasar Kramat Jati.
Hal ini terbukti dari dilihatnya para pengunjung yang rela berdesak-desakan di
dalam pasar demi mendapatkan barang yang diinginkan dan diharapkannya. Salah
satu alasan mengapa para pengunjung rela berdesak-desakan ialah harga miring
dari sebuah barang. Para pengunjung seperti saling berlomba menawar harga.
Inilah kelebihan lain dari sebuah pasar tradisional. Akan tetapi, pengunjung
akan tetap merasakan kenyamanan karena Pasar Kramat Jati telah mengalami
renovasi, yakni tak terlihat lagi jalanan penuh dengan lumpur dan genangan air.
Seluruh jalanan di wilayah Pasar Kramat Jati telah diaspal.
Pasar Kramat Jati menawarkan dagangan seperti
sayur-mayur dan sembako. Tak hanya sayur-mayur dan sembako saja yang dijajakan
para pedagang. Di sana kita dapat menemui aneka dagangan mulai dari sandang dan
pangan. Tentu saja semua dagangan itu dengan mudah kita tawar. Seperti yang
terlihat di area luar gedung Pasar Kramat Jati banyak sekali Pedagang Kaki Lima
yang menjual daging, sayur-mayur, dan bumbu dapur.
Daging yang disajikan pun beraneka ragam, seperti
daging sapi, daging ayam, daging ikan, dan aneka makanan laut. Di malam hari,
khususnya, terlihat pengiriman barang dari mobil pick up yang mengantarkan ikan dan makanan laut. Memang, di pasar
tradisional ini terkenal dengan segarnya olahan makanan laut d malam hari.
Daging ikan masih terlihat kenyal pada tekstur
dagingnya. Mata ikan masih tampak bercahaya, dan aroma yang dikeluarkan pun
masih segar, seperti aroma laut. Sedangkan untuk olahan makanan laut, di pasar
ini pun tidak dapat diragukan lagi kesegarannya. Olahan makanan laut itu
terlihat masih dibiarkan hidup di sebuah wadah hingga pembeli menginginkan
olahan tersebut lalu baru dipotong oleh pedagang. Olahan makanan laut itu pun
tidak beraroma busuk, melainkan beraroma segar layaknya binatang laut sama
seperti ikan.
Bila kita telaah lebih dalam, cirri-ciri sebuah
daging ikan sehat dan daging makanan laut yang dijual di Pasar Tradisional
Kramat Jati masuk ke dalam cirri-ciri daging ikan dan daging makanan laut
berkualitas baik. Untuk daging ikan sendiri mempunyai cirri-ciri seperti yang
telah dirincikan di atas dengan tambahan insang yang tidak berlendir dan sisik
melekat kuat apabila dipegang oleh manusia. Sedangkan untuk makanan laut
makanan lau itu harus masih hidup, beraroma segar, dan daging berwarna putih.
Inilah kelebihan sebuah pasar tradisional dibandingkan
pasar modern atau supermarket. Meskipun menjamurnya pasar modern, bukan berarti
masyarakat melupakan pasar tradisional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar