Balon…
Beragam sekali makna yang terkandung di dalam benda
ringan itu. Terkadang, kita tak pernah melihat senyum bocah kecil yang
sumringah tetapi akan berbeda bila ia melihat sebuah balon. Dengan hanya
melihat balon itu saja, bocah kecil akan sudah merasa senang, tak terbayangkan
betapa bahagianya seorang bocah kecil apabila memiliki balon itu. Sejurus
kemudian bocah kecil itu bimbang. Bagaimana cara merawat benda ringan itu agar
tetap menjadi miliknya? Apabila ia pegang erat-erat, balon itu akan pecah
akibat ulahnya. Tetapi, apabila ia tidak menggenggam balon itu dengan erat,
tentu saja balon itu akan dengan mudah terbang tinggi diangkasa. Bocah kecil itu
melamun di tepian sungai dengan terus memandang balon itu. “Apakah setega itu
aku mendekapmu dan membiarkan kau pecah di dalam dekapanku? Tetapi, kau teramat
lucu dan lugu untuk aku nikmati sendiri. Apakah aku harus berbagi? Tetapi,
kepada siapa? Aku takut kau terluka,” Begitu kata bocah kecil itu.
Seakan angin menjadi perantara jawaban dari balon
itu yang berhembus kencang secara tiba-tiba. “Kau benar! Aku memang amat lugu
dan lucu. Banyak sekali bocah kecil seperti mu bahkan semua orang yang sangat
senang memandang keluguanku. Untuk itulah aku ada. Untuk memberikan kebahagian
dan kehangatan, serta untuk memberikan pelajaran kebersamaan. Maka dari itu,
lepaskan lah aku. Biarkan aku terbang tinggi di atas awan dan semua orang akan
memandangku,” Jawab balon itu.
“Tetapi, siapa yang akan melindungimu di atas sana?
Bagaimana kalau ada tangan jahil yang ingin memecahkan mu dari bumi?” Tanya
bocah kecil itu lagi. “Kau tak perlu khawatir. Biarkan aku terbang di atas awan
yang tinggi. Apabila aku pecah di atas sana, setidaknya aku tidak pecah dengan
sia-sia. Sebelum aku pecah, aku berhasil membuat banyak orang di bawah sana
tersenyum. Dan kau, tentunya sangat berpengaruh akan hal itu. Kau akan
menyadari betapa bahagianya berbagi, meskipun itu dengan artian kau akan melepaskan
apa yang menjadi milikmu di awal. Tuhan akan senang dengan sikap mu, Sayang,”
Jawab sekali lagi balon tersebut. Dan bocah kecil itu melepaskan balon yang ia
miliki. Satu balon yang amat sangat ia jaga awalnya dan ia lepaskan akhirnya.
“Ibu lihat balon itu bagus sekali, berbentuk kepala
miki mouse,” Ujar seorang anak kecil yang tak sengaja lewat bersama Ibunya.
Sang Ibu hanya tersenyum melihat anak itu.
“Sayang, lihat itu balon miki mouse. Jarang banget
balon berbentuk seperti itu. Kok ada ya yang mau melepaskan balon seunik itu,”
Ucap seorang perempuan kepada kekasihnya.
Bocah kecil itu tertegun melihat sekitarnya yang
terpana akan balon yang baru saja ia lepas. Tak menyangka sebuah balon kecil
membuat kehangatan yang sangat besar di sekitarnya. “Benar katamu, Balon,
mereka semua terkagum-kagum melihatmu di atas sana. Kau memang tampak menarik
di atas sana. Dan ada perasaan bahagia terselip melihat mereka tersenyum karena
kepunyaanku sendiri,” Tutup Bocah Kecil itu sebelum kembali ke rumah.
Itulah makna yang tersirat. Di dalam kehidupan ini,
kita tetap harus saling berbagi dan memikirkan orang lain karena kita makhluk
sosial. Saling berbagi, apapun, baik benda yang terlihat ataupun yang tidak
terlihat seperti kepandaian dan kebahagian serta rasa kasih sayang.
Di dunia ini tidak ada yang abadi dan di sanalah
kita seharunya belajar. Bahwa apapun yang kita punya bukanlah milik kita. Itu
hanya titipan dari-Nya sebagai amanah untuk menjaganya dan menjadikan titipan
itu berdampak positif untuk kita.
Dan tentunya untuk para remaja, seharusnya ini
menjadi tamparan untuk kalian. Para remaja yang baru saja putus cinta,
lepaskanlah. Sekeras apapun kau menjaga sebuah hubungan ataupun setinggi apapun
kau menggapai, kau akan tetap kalah. Karena balon akan tetap terbang tinggi tak
melihat seseorang yang terengah-engah mengejarnya di bumi. Ikhlas lah belajar
melepaskan dengan lapang dada dan lihat dampak pada dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar