Minggu, 25 Oktober 2015

Peluncuran Buku Pieta ‘Senandung Indonesia Raya’

Selasa, 12 mei 2015 kemarin adalah hari paling membanggakan untuk kampus Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, terutama mahasiswa program studi Penerbitan. Pasalnya kampus PoliMedia mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah dalam peluncuran buku PietaSenandung Indonesia Raya” yang diterbitkan oleh Kompas Gramedia. Acara peluncuruan buku yang ditulis oleh Bapak Nurinwa Ki S. Hendrowinoto ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa program studi Penerbitan, para petinggi di kampus PoliMedia beserta jajaran pengajar atau dosen, beberapa jendral, dan juga pers dari beberapa media cetak maupun elektronik, seperti kompas.
Sebagai sebuah perguruan tinggi dengan salah satu program studi yang dimiliki ialah penerbitan merupakan hal yang sangat membanggakan diberi kesempatan menjadi tuan rumah oleh penerbit terkemuka di Indonesia, yakni Gramedia. Kesempatan ini tidaklah disia-siakan oleh mahasiswa untuk mempelajari lebih dalam mengenai proses menerbitkan buku.
Kata ‘Pieta’ sendiri berasal dari Italia yang dalam Bahasa Indonesia memiliki arti Kasihan. Kata ‘Pieta’ memiliki persamaan makna dalam kata ‘Piiti’ dalam Bahasa Inggris yang berarti rasa sedih. Dari kedua makna tersebut dapat dikatakan bahwa buku ‘Pieta’ ini merupakan kisah mengharukan penulis yang ia tuangkan di dalam sebuah kisah perjalanan.
Buku ini sendiri merupakan sebuah memoar perjalanan penulis ke Eropa yang melihat beragam keunikan di dunia dan dapat dikatakan perjalanan batin Sang Penulis. Perjalanan batin yang dilalui penuls hingga penuli seperti terlempar hingga lapisan masa lalu yang menyedihkan. Banyaknya figur Ibu yang ditemui oleh penulis dengan beragam tanggung jawab Ibu dari beragaman tokoh.
“Buku ini merupakan kegelisahan menjawab pertanyaan mengapa Bangsa Indonesia kurang atau tidak didengar, dibaca, dan ditonton oleh dunia. Sehingga penulis yang merasakan kegelisahan itu membuat buku pieta ini,” Kata Bapak Nurinwa ketika ditanyai seputar ide yang Beliau dapatkan dalam menulis buku ini.
Cover yang dipilih untuk menggambarkan buku ini ialah gabungan gambar seorang yang berpengaruh di Indonesia, Ir. Soekarno, dan juga patung pieta. Makna estetika yang terkandung dari cover itu merupakan patung terindah di dunia dan bercerita mengenai kemanusiaan. Bagaimana perasaan seorang Ibu melihat anaknya yang diajari sejak dini hingga Sang Anak wafat dalam pangkuannya. Sedangkan secara kemanusiaan makna yang terkadung yakni tanpa kita sadari banyak sekali pieta-pieta hadir di lapisan bumi mana saja.
“Pieta akan menjadi symbol di dalam kematian banyak umat akibat perang. Saya mencoba bersenandung melalui lagu mengenai kekerasan yang terjadi,” Begitu ungkap Bapak Nurinwa ketika ditanya harapan Beliau atas dampak yang diberikan buku ini untuk Bangsa Indonesia.
Salah satu pembicara dalam acara peluncuran buku tersebut ialah Ayu Utami. Seorang sastrawan lulusan Sastra Rusia Universitas Indonesia memberikan pemahaman kepada hadirin mengenai betapa indahnya buku ini untuk kita nikmati bersama dalam pertikaian yang sebenarnya telah lama terjadi di belahan dunia mana saja.
Pendiri Aliansi Jurnalis Independent ini mengemukakan bahwa betapa pentingnya figur seorang Ibu dalam pertikaian yang terjadi pada tahun 1960-1965an. Patung Pieta telah menggambarkan seorang Ibu yang bersedih menerima kabar kematian anaknya sebagai korban pembunuhan tahun 1960-1965. Suka dan duka seorang Ibu dalam merawat kesakitan anaknya dan kekerasan lainnya yang ia terima.
Ayu Utami sekali lagi menegaskan bahwa di dalam buku ini akan ditemukan banyak sekali model Ibu sederhana dengan lulusan bukan sekolah tinggi, yakni seperti Maria, yang menemani anaknya menderita. Ayu Utami kembali mengatakan bahwa mungkin saja di masa depan tak ditemuinya lagi kesederhanaan seorang Ibu yang telah tertutupi oleh kekayaan dan teknologi yang sudah berkembang.
Acara yang dimoderatori oleh Bapak Purnomo, selaku dosen pada program studi penerbitan, ini berjalan dua arah. Bukan hanya pembicara yang aktif memberikan penilaiannya terhadap buku ini, melainkan para hadirin pun memberikan respon yang baik terhadap buku ini.
Peluncuran buku ini selain dibawakan oleh pembawa acara yakni Cikal dan Kiata, mahasiswa semester 4 pada program studi penerbitan, juga diisi hiburan oleh mahasiswa-mahasiswa program studi penerbitan semester 2.
Pada pembukaan diisi oleh pembacaan puisi oleh Iin, Diah, dan Martha mahasiswa semester dua dengan judul Long Life Reading yang ditulis oleh M. Frans Parera. Mahasiswa lainnya yakni Syahidah, Tri Sifa, Nurlina, dan Fifi pun menghibur hadirin dengan menyanyikan lagu I Have a Dream yang dipopulerkan oleh Weastlife.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar